Lomba Asuhan Mandiri Melalui Pemanfaatan Toga dan Akupresur Tingkat Propinsi Jambi Tahun 2019

Lomba Batra Lomba Batra

Pada hari Kamis, tanggal 3 Juni 2019, Desa Teluk Melintang Kecamatan Mersam mewakili Kabupaten Batang Hari untuk ikut pada Penilaian Asuhan Mandiri Melalui Toga dan Akupresur Tingkat Propinsi Jambi Tahun 2019.

Pada kesempatan ini, Bupati Batang Hari Ir. Syahirsah.SY yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari dr.Hj. Elfi Yennie,MARS, berkenan menyambut Ketua Tim Penilai dari Propinsi Jambi, dimana dihadiri langsung oleh Ketua Tim Kabid Yankes Dinas Kesehatan Propinsi Jambi (Khalid,SKM,M.Kes), Kasi Yankes Primer dan Tradisional (H. Syafrizal,M.Kes) dan dari lintas sektoral seperti Bagian Kesra Setda Kabupaten Batang Hari, Dinas Perikanan dan Tanaman Pangan, serta Tim Penggerak PKK Propinsi Jambi, Dewan Juri didampingi Camat Mersam dan Kepala Desa Teluk Melintang.

Dalam Sambutannya Ketua Tim Juri, menyampaikan penghargaan kepada masyarakat desa Teluk Melintang yang telah membentuk kelompok asuhan mandiri dan memanfaatkan Toga untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga. Kesempatan ini juga bukan murni penilaian (menang/kalah) namun lebih pada pembinaan atau  berbagai pengetahuan.

Bupati Batang Hari Ir. Syahirsah.SY, yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari dr. Hj. Elfi Yennie,MARS, dalam sambutannya menyampaikan “Salah satu strategi pembangunan kesehatan adalah mendorong masyarakat agar mampu memelihara kesehatannya, serta mengatasi gangguan kesehatan ringan secara mandiri melalui kemampuan asuhan mandiri dengan pemanfaatan taman obat keluarga dan akupresur. Arah kebijakan kesehatan yang memperkuat upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit serta pemberdayaan masyarakat dapat dipenuhi salah satunya oleh pelayanan kesehatan tradisional yang berorientasi pada upaya menyehatkan yang sakit dan mempertahankan yang sehat sekaligus meningkatkan kualitas hidup seseorang.

Selain itu Bupati Juga Menyampiakan, “Pada kesempatan ini saya ingin menegaskan kembali bahwa gerakan masyarakat hidup sehat melalui kelompok asuhan mandiri yang memafaatkan taman obat keluarga dan akupresur dalam rangka penguatan pembangunan kesehatan yang mengedepankan upaya promotif preventif, dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan paradigma sehat.

 

Gerakan masyarakat hidup sehat ini juga bertujuan untuk: Menurunkan beban penyakit; Menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk; dan Menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan. Dalam kehidupan sehari-hari, praktik hidup sehat merupakan salah satu wujud Revolusi Mental. Gerakan ini mengajak masyarakat untuk membudayakan hidup sehat, agar mampu mengubah kebiasaan-kebiasaan atau perilaku tidak sehat. Mari budayakan hidup sehat dengan melakukan langkah kecil melalui perubahan pola hidup ke arah yang lebih sehat.

Melalui kegiatan ini, kita harap minat masyarakat untuk menggali potensi tanaman obat lebih dalam lagi.  Di sekitar kita banyak sekali jenis tanaman yang berkasiat sebagai obat. Serta dapat memanfaatkan lahan sekecil apapun baik itu dirumah maupun di kebun untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat obat. Selain itu bisa juga meningkatkan perekonomian dengan menjualbelikan hasil olahan dari tanaman obat-obatan tersebut.

Jadi apabila kita menanam obat di pekaranan atau dilingkungan rumah. Kita sudah ikut menyumbang melakukan pembangunan nasional. Minimal kalau ada keluarga sakit ringan bisa diobati secara mandiri tidak perlu ke dokter.